v
Berasarkan media :
Bahasa
Lisan :
Ragam
bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan
fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata
bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat
memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau
isyarat untuk mengungkapkan ide.
Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam
pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak
sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target
komunikasi.
§ Contoh
: Kata yang
diucapkan oleh mulut, dan didukung oleh organ tubuh lainnya seperti wajah, dan
lainnya untuk lebih memperjelas bahasa.
Bahasa
Tulisan : Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan
memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis,
kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa
dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya
kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,
ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca
dalam mengungkapkan ide.
§ Contoh
:
·
Lingkungan
ini terlihat indah dan asri.
·
Diperkirakan
tempat ini akan turun hujan.
v Berdasarkan
Situasi
Bahasa Resmi : Bahasa yang digunakan dalam situasi formal atau resmi.
Dan menggunakan bahasa yang baku.
§ Contoh
:
·
Minggu
depan saya tidak hadir untuk mengajar, jadi kalian saya akan beri tugas.
·
Saya
akan mengadakan rapat lanjutan minggu depan, dikarenakan waktu sudah menjelang
sore.
Bahasa
Tidak Resmi : Bahasa
yang digunakan dalam situasi tidak formal atau sehari-hari. Dan biasanya tidak
menggunakan bahasa baku.
§ Contoh
:
·
Kalo main
jangan jauh-jauh, nanti kamu bisa tersasar.
·
Besok
ada tugas yang mesti dikerjakan, jadi aku tidak bisa ikut pergi dengan mu.
Bahasa
akrab : Penggunaan
kalimat-kalimat pendek merupakan ciri ragam bahasa akrab. Kalimat-kalimat
pendek ini menjadi bermakna karena didukung oleh bahasa nonverbal seperti
anggukan kepala , gerakan kaki dan tangan tangan,atau ekspresi wajah.
§ Contoh
:
·
Aku ga tau kenapa itu bisa terjadi.
·
Sampai
jumpa, senang bisa bertemu.
Bahasa
Konsultasi : Ketika
kita mengunjunggi seorang dokter, ragam bahasa yang kita gunakan adalah ragam
bahasa resmi. Namun, dengan berjalannya waktu terjadi alih kode. Bukan bahasa
resmi yang digunakan, melainkan bahasa santai. Itulah ragam bahasa konsultasi.
§ Contoh
:
·
Dok,
bagaimana dengan penyakit saya ini ?
·
Bu,
saya ingin bertanya tentang pelajaran kemarin.
Komentar
Posting Komentar